54 - Membuat Keputusan

1309 Words

Wanda terdiam dengan wajah pucatnya. Ia tidak tahu apakah ucapan Mario tadi pertanda sesuatu yang buruk atau pria itu asal bicara saja. Namun, melihat Mario berjalan ke arah Davin dan meninggalkan Wanda sendirian, Wanda mulai merasa tidak tenang. "Bahkan saat bersama Isabell pun kamu tidak sepecemburu ini, kan?" goda Mario. "Kak Mario," panggil Wanda. Rasanya ia tidak tahan jika harus mendengar ucapan Mario lebih lanjut. Wanda menghampiri Mario. Menatap pria itu dengan tatapan memelas. "Bisa kita pergi sekarang? Aku-"" "Sepertinya Davin tidak akan suka kalau aku mengajakmu pergi begitu saja," potong Mario. Wanda menoleh ke arah Davin yang kini sedang melempar tatapan penuh permusuhan ke arah Mario. "Dia memang sepencemburu ini ya saat sama kamu? Itu artinya kamu istimewa. Dia takut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD