“Berat juga tas kamu,” gumam Eldiro sambil tersenyum. Avelline tertawa kecil. “Isinya dunia aku soalnya,” kekehnya. Dia tersenyum sekilas pada Zaven dan Khalen. Semenjak perceraian dengan Zaven, memang dia dan Zaven hampir tak pernah berkomunikasi terkecuali saat Zaven ingin menjemput Kaivan untuk menginap di rumah ibunya atau saat Avelline yang meminta Kaivan segera diantar pulang. Rumah peninggalan mereka berdua pun masih belum dibicarakan kedepannya, karena tidak masuk dalam tuntutan gono gini. Zaven berkata rumah itu nanti akan menjadi milik Kaivan saat dewasa. Meskipun mungkin dia yang akan menempatinya sementara. Avelline tak mau ambil pusing, dia tenang berada di rumah ibunya, ada yang membantu merawat Kaivan di sana. Mereka kemudian berjalan menuju mobil Khalen, teman terdekat

