Puding dan Muffin

1510 Words

“Buat apa?” tanya Hans. “Kenalin dia ke ayah dan ibu dong, apa lagi memangnya?” sahut ayahnya santai. “Nggak bisa dong, masa main sekali udah harus di kenalin ke ayah sama ibu. Nggak, nggak, a’a nggak mau ah” ujar Hans, ia kembali merajukdan tiduran di sofa. "A’a nggak baik ah, abis sentuh-sentuh anak orang sekarang kamu nggak tanggung jawab” tegur ayahnya. “Apaaa, a’a cuma nganterin dia ke kamar karena dia ketakutan abis di kerjai sama kuda. A’a nggak nyentuh dia lebih jauh” rengek Hans. “Nggak nyentuh apa, mulai sekarang a’a harus minta maaf sama tuan Christ. Kalo engga ayah yang tarik a’a kembali ke Indonesia dan perjanjian kita dulu ayah batalkan” ancam sang ayah. “Aaaah ayah curang ah, nggak suka a’a kalo begini” rengek Hans lagi. “Ayah nggak mau tahu, bawa dia ke rumah dalam w

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD