Aurora baru saja menarik kursi lalu menaruh tasnya di meja studio seninya ketika dua orang yang paling ia percaya malah saling bertukar tatapan aneh. Aura ruangan yang biasanya nyaman langsung berubah berat. Ara duduk sambil nunduk, kedua tangan meremas ujung hoodie kayak lagi ngumpetin sesuatu. Lena berdiri dengan tangan terlipat, bahunya kaku dan rahangnya tegang. Aurora ngedipin mata beberapa kali, hati langsung curiga. "Gue nggak ngerti. Kalian kenapa sih? Dari kemarin kayak ngejauh. Sekarang gue dateng, kalian diem gini." Suara Aurora nggak keras, tapi ada getaran yang bikin suasana makin panas. Ara tidak menjawab. Lena juga cuma ngeliatin dinding seakan itu jauh lebih menarik daripada Aurora. Hal itu membuat Aurora buang napas dengan keras. "Kalau ada masalah, ngomong. Jangan d

