Peringatan | Bab 16

1185 Words

“Kenapa. Lo juga anggap gue Aurora, ya.” Luna bersandar di kusen pintu ruangan VIP itu, rambutnya yang panjang itu sedikit berantakan, dan matanya menatap Samuel seperti sedang menilai apakah laki-laki itu datang untuk alasan yang benar atau alasan yang sama seperti Darren. Cara Luna berdiri terlihat santai, tapi rahangnya tegang, seolah dia sudah siap menyerang siapa pun yang menantangnya. Samuel tidak menjawab. Dia hanya melangkah masuk tanpa dipersilakan, menutup pintu pelan, dan menatap Luna seperti menatap ancaman yang harus disingkirkan. "Wine?" Tawarnya basa-basi dengan santai seolah Samuel adalah seseorang yang bisa dia taklukkan. Tapi respon laki-laki itu hanya diam, berdiri dingin dengan tatapan menusuk. “Lo tau gue siapa, kan,” kata Samuel. Suaranya rendah dan dingin. “J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD