“Kenapa, Na? Masih overthinking? Penyakit lo dari dulu ngga pernah berubah ya?” Agatha berdecak, menatap Ayna yang duduk di kursi sebrang. Wanita itu terlihat sedang menikmati brownis, tetapi tatapannya sangat kosong. Ayna mendelikkan bahunya. Overthinking? Apa iya Cuma perkara suaminya sibuk dengan ponsel dirinya langsung overthinking? Ya walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia penasaran. Buru-buru Ayna menggelengkan kepala, menepis semua fikiran negatif yang kini bersarang di kepalanya. Tatapan Ayna jatuh kepada Rania yang sedang duduk bersama mainannya. “Jangan sampai lo mikir kejauhan, Na, apalagi sampai melibatkan masalalu. Masalah lo sama Wildan contohnya. Mungkin emang Varrel ada kerjaan yang harus dia cek. Na, kalian udah punya anak, bahkan dua. Rasanya agak kurang ajar kalau su

