“Kenapa kau sama sekali nggak bilang padaku, Han?” Bambang menatap sahabatnya lekat. Alisnya bertaut erat. Farhan tak menjawab. Ia memilih menyesap kopinya yang masih mengepul. “Jawab aku!” Bambang meradang. Sepasang sahabat lama itu duduk berhadapan di kafe dekat rumah sakit tempat Farhan bekerja. Tadi, setelah Farhan menyelesaikan tugasnya melayani para pasien rawat jalan, Bambang meminta bertemu. Tempatnya bebas saja. Maka, karena sekitar pukul dua siang nanti ia masih ada pekerjaan lain, Farhan meminta bertemu di dekat tempatnya bekerja. Farhan menyandarkan punggungnya. Tatapannya iba ke arah Bambang. “Dulu… kau tidak seperti ini, Bang.” Katanya prihatin. Bambang mendengus. “Kau lupa? Kita tidak lagi muda. Semakin bertambah usia, semakin berubah sikap seseorang.” “Benar. Tapi se