Vania terbangun dan mendapati ranjang di sisinya kosong. Ia meraba sekali lagi tempat yang semestinya ditempati oleh Daniel, tidak ada jejak kehangatan di sana. Mata Vania masih berat untuk dipaksa terjaga, namun ia penasaran ke mana suaminya sepagi ini. Bahkan alarm ponselnya yang selalu disetel pukul setengah enam pun belum berbunyi. Vania beranjak dari ranjang, merapikan piyama tidurnya kemudian menelusuri kamarnya yang luas itu. Saat memeriksa kamar mandi, tidak ada siapapun di sana, bahkan lantai kamar mandi pun tetap kering seperti tidak ada yang memakainya sejak terakhir digunakan Daniel. Langkah Vania beralih ke satu ruangan yang berisi pakaian mereka, hasilnya sama Daniel tidak ada di sana. “Ke mana dia?” Tanya Vania heran. Ia bergegas keluar dari kamarnya, barangkali pria itu ma

