Daniel merebahkan tubuhnya di kursi kebesarannya dalam ruang kantornya. Suasana hati yang sangat kacau sejak semalam membuatnya harus mengasingkan diri di ruangan ini. Belum pernah Daniel menginjakkan kaki sepagi ini ke tempat kerja, rekor kali ini bahkan mengaahkan para karyawannya yang masuk pukul delapan pagi. Pikiran Daniel menerawang pada kejadian semalm, pertama kalinya sepanjang ia kenal dengan Vania, akhirnya pertengkaran itu pecah. Gadis polos yang menawan itu telah menjelma menjadi wanita yang berintuisi tajam, Daniel nyaris saja terjerat oleh jebakan wanita itu andai ia tidak bersikeras mengelak. “Huft....” Keluh Daniel diiringi napas yang agak berat. Kejadian kemarin dipikirkan sekali lagi untuk mencari benang kusutnya, Vania tidak hanya ragu namun sudah mencurigainya. Daniel

