Pagi ini Vania terbangun dengan tubuh yang terasa kurang bertenaga dan nyeri yang datang timbul di bagian perut bawahnya. Tidak biasanya ia mempunyai keluhan karena selama ini ia merasa cukup menerapkan pola hidup yang sehat. Apesnya di saat kondisinya kurang fit, ia sudah terlanjur janji akan jalan dengan Maria, setelah hampir dua bulan mereka tidak bertemu karena kesibukan Maria. “Va, masih sakit perutnya? Aku antar ke dokter aja gimana?” Tanya Daniel yang tampak cemas melihat istrinya melungker di atas ranjang, meringis sesekali sambil memegangi perut. “Nggak usah deh mas, palingan efek masuk angin. Nanti juga baikan kok, habis ini aku minum obat.” Jawab Vania yang enggan merepotkan suaminya hanya karena hal kecil yang bisa ia tangani sendiri. Walau tak tega, namun Daniel pun menurut

