“Ha ha ha... dia sampai begitu sama kamu? Ha ha ha....” Tawa Brian masih berlanjut, berbabak-babak dan tak kunjung reda. Acapkali ia melihat lagi wajah murka Keira, tawanya kembali pecah. “Lucu?” Gerutu Keira, suasana hatinya sedang buruk, bertambah buruk lagi saat bertemu Brian dan menceritakan hasil kerjaannya yang gagal total. Keira duduk menyilangkan kaki seraya melipat tangannya, amarahnya membuncah hingga terasa menggetarkan ubun-ubun. Brian menyeka sedikit air mata di ujung mata, tawanya terlalu heboh hingga mengeluarkan air mata. “Sorry, aku nggak bermaksud. Tapi itu lucu kalau dibayangkan. Kenapa kamu bisa berakhir seperti itu? Kasihan.” Ujar Brian, bersusah payah menghentikan tawanya sehingga ia akhirnya bisa diam Keira mendelik, tangannya mengepal kencang kemudian memukul mej

