Jika Tamia bisa berpikir lebih jernih setelah menghabiskan segelas bir, Diana mengambil jeda untuk sendirian di ruangan yang tenang, dan Lina curhat habis-habisan ke sahabat-sahabatnya, Kinara bisa menjernihkan pikiran di dalam bathtub dengan air hangat. Tentu dengan printilan-printilan lainnya seperti lilin aromaterapi, lagu-lagu klasik yang terputar dengan volume sedang, serta segelas wine yang disesap perlahan. Kinara telah berendam selama lima belas menit. Uap hangat yang memenuhi ruangan mulai mengundang titik-titik keringat di dahinya. Otot-otot yang semula terasa tegang setelah hari penuh aktivitas perlahan mengendur. Dalam kehangatan air ini, pikirannya menemukan ruang untuk bernapas. Suasana yang mendukungnya berpikir lebih jernih, jauh dari hiruk-pikuk emosi atau desakan waktu.

