Kinara yang tengah membereskan kotak bekas nasi goreng dan botol air mineral—dimasukkan semua ke dalam paperbag untuk nanti dibuang di tempat sampah—mengedikkan bahu. “Kalau kamu udah nggak sibuk?” “I'll call you when I am home.” “Setuju.” Seharusnya Kinara segera pamit dan turun dari mobil. Namun, dia tetap duduk di tempatnya dengan sedikit kagok. Pertentangan muncul di benaknya: haruskah dia melakukannya? Atau tidak? 'Oh, shut up, Kin.Kenapa harus pusing-pusing dipikirkan? ltu bukan hal besar.' Kinara memiringkan tubuhnya dan menggerakkan tangannya, memberi tanda agar Dewa mendekat ke arahnya. Setelah Dewa mengikuti isyaratnya—menjulurkan tubuhnya melewati persneling—Kinara memajukan tubuhnya dengan kepala miring sedikit ke kanan, lantas bibirnya mengecup bibir pria itu. Lembut dan

