100 - Di Antara Dua Hati

1714 Words

Kanaya terburu-buru pergi ke suatu tempaat. Seperti yang sudah ia katakan pada Arthur dan Ridho, sore ini ia ada janji untuk bertemu dengan seseorang, dan pertemuan itu sangat penting baginya. Setibanya di tempat dia janjian, Kanaya berhenti sejenak untuk mengatur napasnya. Lalu ia mendongak setelah menatap sepasang sepatu yang familier baginya itu, kini sudah tiba tepat di hadapannya. “Maaf aku terlambat. Tadi ada hal yang harus-“ Ucapan Kanaya terhenti saat melihat sebuah buket bunga mawar merah tepat di hadapannya. Buket itu dibawa oleh sang pemilik sepatu – bos di tempatnya bekerja. “Ini … apa?” bingung Kanaya. Jantung gadis itu berdebar kencang. Ia bukan lagi anak kecil yang tidak tahu maksud dari seorang pria dewasa yang memberikan bunga pada seorang perempuan. Hanya saja, ia hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD