101 - Cincin di Jari Manis

2101 Words

Kanaya membaca pesan dari Arthur berkali-kali. Ia juga tampak mondar-mandir seperti orang kebingungan setelah membaca pesan itu. Pesan di mana Arthur mengajak Kanaya makan siang bersama di luar. Terdengar sangat menggiurkan. Namun, Kanaya ragu karena ia takut Arthur akan salah paham dan mengartikan lebih bila ia menerima ajakan itu. “Apa sebaiknya aku tolak saja? Tapi nggak enak. Tolak sama terima sama-sama nggak enaknya. Kenapa aku jadi merasa serba salah begini, sih? Padahal baru saja aku ingin mencoba menjaga jarak darinya, karena tidak mau membiarkan dia lebih lama terlalu berharap padaku,” gumam Kanaya. “Nay!” “Iya?” Kanaya sontak memutar tubuhnya menghadap ke orang yang baru saja memanggilnya. Ternyata dia adalah Juna. “Eh, kamu. Kenapa?” “Kamu dari tadi kelihatan kayak lagi bany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD