86 - Keraguan

1516 Words

Malam ini, untuk pertama kalinya aku mengantar Kanaya ke kontrakannya. Selepas makan malam tadi, Juna berkata jika ka ada acara sehingga tidak bisa mengantar Kanaya pulang. Tentu saja aku tidak mau membuang kesempatan emas itu. Terlebih saat ini Kanaya juga sudah bisa menerimaku. "Di sini?" tanyaku saat kami tiba di sebuah depan rumah mungil dengan cat abu-abu. Kanaya mengangguk. "Kamu tinggal sendiri?" tanyaku lagi. Seingatku, dia sebatang kara kan? Maka dari itu ia sangat menyayangi saudaranya yang hilang. "Tidak. Kak Juna menyewa suster untukku. Mana mungkin aku bisa hidup sendiri dengan keadaanku yang seperti ini?" ujarnya. Benar juga. Astaga, ucapan Kanaya membuatku kembali dilanda rasa bersalah yang luar biasa. Aku lah penyebab Kanaya bisa seperti ini. "Kamu merasa perlu sesuatu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD