87 - Terbongkar

1409 Words

Hari-hariku berjalan dengan normal. Terhitung, sudah seminggu berlalu sejak kepulanganku dari luar negeri. Aku sudah menjalani rutinitasku seperti biasa. Bahkan, Ridho juga sudah kembali dari tugasnya di Auckland sejak empat hari yang lalu. Dan seperti dugaanku, kami akan disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk akibat kepergian kami yang memang cukup lama. Biasanya aku baru akan pulang dari kantor pukul setengah sepuluh malam, dengan tubuh yang sangat letih dan ingin langsung beristirahat. Hal itu tentu saja mempengaruhi intensitas pertemuanku dengan Kanaya. Rasanya gadis itu semakin mustahil untuk aku gapai. Sayangnya, aku juga sudah terlanjur mencintainya dengan begitu dalam. Ini sudah hampir jam makan siang. Namun, list folder yang belum aku kerjakan masih cukup banyak. Padahal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD