Chapter 1 : Huanxiu Menjadi Gadis Kecil

4002 Words

"Ayo tangkap wanita itu!! Jangan biarkan dia keluar dari sini!!" ucap salah seorang laki laki berbadan kekar yg tengah mengejar seorang wanita muda dengan cepat

"Baik Bos!!" ucap serentak abdi dari lelaki yg memberikan perintahnya tadi

Lorong bergema karena pijakan terlalu keras sehingga menimbulkan suara "drap drap drap" yg dibuat oleh seorang wanita dan sekumpulan pria. Pria itu diyakini adalah kumpulan mafia paling hebat di Kota Waterin

"Hey! Wanita sialan berhentilah seluruh anggota pasukanmu telah tiada hahaha!!" Tawa lelaki yg menggema disetiap lorong yg dilewati oleh wanita tersebut dan sekumpulan pria tadi

Sementara wanita yg diteriaki hanya berdecak kesal dan mempercepat larinya tanpa sedikitpun menurunkan perhatianya sedangkan didalam otak cantiknya dia sedang membuat rencana rencana untuk melumpuhkan kumpulan orang yg mengejarnya

Wanita itu berlari menyusuri setiap lorong dengan sigap dan gesit,dia melewati lorong panjang sambil menebarkan kelereng  kelereng ke lantai lorong,sementara kelereng kecil itu sudah dirancang ulang dan jika di pijak maka akan berubah menjadi ledakan yg dasyat. sesuai warna, kelereng tersebut dibedakan menjadi 3 jenis warna yaitu warna merah berguna untuk peledak tubuh,warna biru berguna untuk mengeluarkan gas air mata disertai ledakan yg merupakan kelereng terkuat,dan warna hijau sedikit bercorak ungu yg menandakan bom bunuh diri ,wanita itu menebarkan setiap warna kelereng dengan asal karena tidak cukup waktu untuk memilih.

Srakkk

"Hehe..rasakan kelerengku paman" batin wanita itu seraya menyeringai licik setelah menaburkan kelereng tersebut ke lantai lorong

Sekumpulan mafia melewati lorong yg sudah ditaburi kelereng tadi tiba tiba saja ledakan demi ledakan menggelegar dan membuat tubuh sekumpulan orang tersebut terluka bahkan ada yg kakinya hancur bahkan wajahnya ada yg sampai menunjukkan tulang kepalanya

"Mampus" ucap wanita tadi sedikit melirik lewat bahu ke arah sekumpulan orang yg mengejarnya tadi dengan tatapan meremehkan dan menunjukkan smirknya

"Akhhhh..Da..sar wanita sialan!!! uhuk..uhukk!!" maki kepala mafia yg selamat dari ledakan walau sedikit menderita luka ringan dan terbatuk darah

Mafia tersebut bisa menghindari ledakan karena mengorbankan nyawa anak buahnya, sementara tubuh anak buahnya sudah terluka dan berlumuran darah bahkan badannya remuk saking kuatnya ledakan yg diciptakan kelereng kelereng tadi

"Cih..belum mati ternyata" decak wanita tersebut lalu setelah beberapa saat berfikir dia menampilkan smirknya kembali

Wanita tadi berbalik arah kebelakang sambil berlari kebelakang lalu mengambil bomnya dan menarik tuas diatas bomnya dengan giginya lalu melemparkannya ke arah kepala mafia yg masih mengejarnya tadi lalu dengan secepat mungkin berbalik arah dan berlari dengan kencang diikuti menutup telinganya

Duarrr

Bom tersebut meledak dengan sangat dasyat bahkan tubuh wanita tadi ikut terpental kedepan. untungnya didepan adalah jalan keluar dimana terdapat banyak pasukan yg bersiap. karena mendengar ledakan kuat dari dalam lorong gedung semua prajurit menjadi was was dan dengan sigap memasang kuda kuda.

"Ayo semuanya bersiap! Kita harus menunggu jendral Huanxiu dan prajurit prajurit lainya!!" ucap salah seorang mayor yg tak lain tangan kanan dari jendral yg bernama jendral huanxiu tersebut

"Baik Pak!!" ucap serempak semua prajurit yg ada dibelakang mayor tadi

"Tiarap!!" ucap wanita tadi dengan suara keras yg mampu didengar oleh seluruh pasukan yg ada diluar lorong bangunan itu

Lalu dengan sigap semuanya menunduk sambil menutup telinga mereka dengan tangan

Wanita tadi dengan gesit langsung ber roll depan sambil menutup telinganya,beberapa saat kemudian suara bom dan runtuhnya bangunan terdengar membuat tanah yg mereka pijak sedikit bergetar seperti gemba kecil

"Uhuk!" wanita tadi yg tak lain adalah jendral Huanxiu terbatuk darah karena terkena ledakan yg sangat dasyat tadi

"Jendral!!" ucap semua prajurit beserta mayor yg khawatir dengan keadaan jendralnya

"Jendral apa kau tidak apa apa?!" ucap Mayor zenyi tangan kanan dari huanxiu dan dibalas tatapan tak terbaca oleh sang jendral

"Apa kau pikir aku ini lemah mayor zen?!" ucap dingin huanxiu sambil memegang dada kirinya yg berdenyut kencang sedari tadi

"i..itu..tidak jendral anda sangat kuat!!" ucap pelan mayor zenyi yg tertunduk karena takut pada jendral nya

Lalu suasana menjadi hening seketika semua prajurit tidak ada yg berani bicara karena jendral mereka hanya menatap datar lurus kedepan tanpa berbicara sepatah katapun

"Hey! Aku hanya bercanda kenapa kalian menjadi tegang" ucap huanxiu yg merangkul leher mayor zen,sementara mayor zen sempat menganga mendapat rangkulan dari jendral mereka. yah walau tanpa ekspresi sang jendral merangkulnya

"Eh" beo mayor zenyi,dan mendapat tatapan bingung dari huanxiu

"Ada apa mayor?"

"A..ah..tidak papa jendral anda sangat kuat" ucap mayor zen sambil sedikit menitikkan air mata karena terharu,baru pertama kali dirinya dirangkul oleh jendral

Setelah itu mereka semua bersorak kepada jendral huanxiu tapi momen bahagia itu tidak berjalan lama karena tiba tiba sekumpulan manusia berjubah hitam datang sambil menargetkan kepala jendral huanxiu menggunakan senapan api yg dipegangnya

"Karena kau kami gagal jendral huanxiu maka kau akan mati hahaha!!!" pekik salah satu pria berjubah hitam yg menargetkan kepala huanxiu

"Ck..sialan" gumam huanxiu sambil mengeratkan genggaman tanganya, seluruh kuku kukunya menjadi putih karena kepalan kerasnya

Dorrr

"Awas!" ucap huanxiu sambil mendorong mayor zen yg membuat lengan tangan kirinnya tergores peluru yg ditembakan lelaki tadi

Dorrr

"Hahaha..Kau akan kubunuh!!" ucap lelaki itu setelah menembakkan pelurunya kearah huanxiu dan zenyi

Tapi setelah huanxiu menyambar bom granat yg ada disaku celananya dia melemparnya dengan membabi buta akibat kemarahanya,

Jduarrrr

Jduarrrr

Tapi tak lama setelah asap mulai memudar mata huanxiu melotot kearah lelaki tadi sambil mengeratkan genggamannya.

"Kakak..hiks..jangan kesini" Xiao yu adik angkat dari huanxiu dan anak dari jendral tua Hufeng Zhao yg tak lain guru dari huanxiu

"Lepaskan dia!!" ucap huanxiu sambil menodongkan senapan pada lelaki tadi, yg tak lain biang dari semua masalah yg terjadi

"Tidak..sampai kau kemari" seringai licik mulai muncul saat lelaki tersebut berbicara pada huanxiu, huanxiu sudah bosan dengan trik trik di tv yg menurutnya terlalu dramatis dan Kuno

"Lepaskan dulu..nanti aku kesana" ucap enteng huanxiu yg tengah dapat ide brilian didalam kepalanya

Setelah xiao yu diamankan huanxiu sudah berpesan agar mayor zenyi mengurus xiao yu dengan baik,mengurus dan menyayangi nya seperti adiknya sendiri. Huanxiu maju kearah sekumpulan pria tadi dengan santai tanpa rasa takut ataupun bergetar,karena huanxiu hanya takut dengan jendral tua

Tak beberapa lama ledakan akibat senapan huanxiu membuat semua orang kaget apalagi huanxiu juga tertembak oleh senapan lelaki yg ditembaknya, tapi tak sampai situ huanxiu terduduk dengan lutut yg bertekuk di tanah tak lupa dengan seringai liciknya walau kepalanya sudah berlumur darah dia akan tetap menjaga kota ini sampai darah terakhirnya. huanxiu menyalakan api dan ledakan dasyat menghancurkan tubuh sekumpulan lelaki tadi juga tubuh huanxiu

Mayor zenyi melihat itu sangat ingin menyelamatkan huanxiu tapi dia terpental kebelakang akibat ledakan dasyat tadi eh ralat sangat sangat dasyat

Sementara yg dirasakan huanxiu hanya kegelapan yg menyelimutinya, sementara tubuhnya sudah mati rasa dan darah sudah melumuri seluruh baju dan kulitnya



Huanxiu merasakan kepalanya berdenyut sangat kencang membuatnya sedikit meringis merasakan rasa sakit itu.

Dia mencoba untuk membuka matanya dan kaget melihat ruangan bahkan hampir seperti gudang penyimpanan yg sudah tidak terurus. banyak jerami yg berjatuhan dari atap karena terkena air hujan. Banyak tikus tikus yg berlarian. sementara yg sedang dilakukan huanxiu hanya mengamati ruangan itu tiba tiba ada suara wanita yg menangis dan wanita itu langsung lari setelah melihat huanxiu lalu tanpa aba aba wanita itu dengan cepat bersujud dibawah lantai tepat dibawah kaki huanxiu.

"Huhu..maafkan hamba yang mulia putri..huhu hamba telah terlambat menjenguk tuan putri..dan hamba tidak bisa menjaga tuan putri dengan baik..hiks hamba tidak berguna..huhu" ucap wanita kecil yg berpakaian seperti pelayan seraya menangis keras

Bukannya aku sudah mati? Lalu kenapa aku bisa bernafas dan merasakan jika aku hidup? Lalu siapa lagi wanita yg ada di depan ku ini kenapa dia memanggilku nona,hei aku bahkan tidak mempekerjakan pelayan.lalu siapa wanita di depan ku ini batin huanxiu seraya menatap bingung kearah wanita tersebut

Seakan tahu jika nonanya sedang memandangnya dengan tatapan bingung wanita itu pun berbicara pada huanxiu

"tuan putri anda kenapa? Apakah luka kepala anda terasa sakit putri? Nubi akan segera panggilkan tabib!!" cemas wanita tadi seraya akan beranjak dari gubuk tua itu,tapi sebelum wanita itu keluar huanxiu sudah terlebih dahulu menahannya

"Hei..kau siapa?" ucap huanxiu sambil memegang pergelangan tangan wanita tadi

Tunggu kenapa kulitku terasa kasar,dan baju apa yg kupakai ini.bukankah ini pakaian kuno? Eh apakah aku menyusut menjadi kecil,bukankah aku berumur 20 tahun lalu kenapa aku merasa tubuhku seperti seorang bocah kecil..oh ayolah Jika ini mimpi maka bangunkanlah aku. pikir huanxiu yg tengah mengamati seluruh tubuhnya mulai dari tangan mungil,rambut panjang,kulit kusam akibat darah dan debu yg masih menempel di baju dan kulitnya,baju kuno yg lusuh bagai pengemis,dan wajah bulat nan lembut walau terdapat beberapa jerawat dan penyakit gatal gatal.

"I..ya yg mulia putri saya adalah pelayan anda?" ucap wanita yg tak lain adalah pelayan dari sang pemilik tubuh yg huanxiu tempati saat ini, sementara wanita itu menunduk dan gugup secara bersamaan akibat mendapati pegangan dari sang junjungan

"Aku..tidak ingat..kamu siapa? Dan dimana aku?" ucap huanxiu sambil memegang kepalanya yg terdapat perban

"Yaampun tuan putri maafkan hamba karena tidak bisa menjaga tuan putri dengan baik sehingga tuan putri kehilangan ingatanya huhu" ucap pelayan tadi panjang lebar sambil kowtow membenturkan kepalanya dengan keras di tanah lalu dicegah oleh huanxiu dan dibalas dengan anggukan oleh huanxiu

Huanxiu tidak suka hal yg berbelit belit karena dia seorang jendral bahkan kata kata yg dia ucapkan sangat sedikit hanya kepada orang orang tertentu dia berbicara sedikit panjang, tapi untuk raut mukanya tetap dingin dan datar. Walau sikapnya dingin tapi aslinya dia hanya butuh teman dan kasih sayang, tapi karena banyak yg takut denganya makanya hanya sedikit temanya saat dia menjadi seorang jendral, huanxiu seorang yatim piatu sejak kecil dia hidup di panti asuhan, banyak yg membullynya bahkan dia diperlakukan seperti budak oleh penjaga panti asuhan itu, sampai suatu hari panti yg ditempatinya terbakar oleh peperangan militer lalu tak sengaja jendral tua menemukannya dibawah bongkahan kayu yg menimpa tubuh kecil huanxiu. ya waktu itu dia berumur 10 tahun dan dibawa ke markas militer untuk diadopsi dan diajarkan banyak hal oleh Jendral tua. mulai dari bela diri,membuat senjata dadakan,membuat strategi perang, meramu obat, membunuh penjahat, memasak, dan membuat racun dari binatang binatang liar berbisa ataupun tanaman beracun..setelah umur yg ke 15 dia diangkat menjadi jendral muda menggantikan jendral tua yg sudah pensiun,bahkan selama 5 tahun prestasinya tidak diragukan lagi.. Huanxiu sering dijuluki dengan sebutan Jendral Maut Atau Si Jenius Es itu karena saat menjalani tugas huanxiu tidak pernah pandang bulu dan langsung melenyapkan targetnya tanpa memberi celah sedikitpun untuk melepaskan diri makanya dia dijuluki dengan sebutan Jendral Maut. Dan untuk sebutan Si Jenius Es  itu karena kecakapannya dan sifatnya yg sangat dingin.bahkan mungkin tidak ada rasa sayang di tubuhnya,tapi untuk orang yg menolongnya dia akan sangat menghormati orang tersebut sampai kapanpun.

"Coba jelaskan secara rinci,aku tidak bisa mengingat apa apa" ucap huanxiu seraya berbohong tapi tidak sepenuhnya, karena memang dia tidak tau tubuh siapa yg dipakainya saat ini dan dibalas anggukan oleh pelayan wanita itu.

"Ba..baik tuan putri, anda adalah putri Jendral Lee Zhao Wu,anda adalah putri pertama kediaman lee dan anda lahir dari permaisuri Zu Yearning, permaisuri meninggal akibat diracuni oleh selir pertama yaitu selir Ruen tapi karena hasutan selir ruen anda yg difitnah oleh selir Ruen dan telah membunuh permaisuri, karena itu mengakibatkan tuan putri dihukum untuk tinggal di gubuk tua nan lusuh ini.nama anda adalah Lee Huanxi ning anda biasa dipanggil yang mulia putri huanxi. Anda memiliki kakak yg bernama Lee Hwang zhao putra pertama kediaman lee, kakak anda sering mengikuti jendral menjaga perbatasan sampai sekarang belum kembali ke kediaman Lee ini." terang pelayan tadi dengan telaten dan rinci agar sang junjungan mengingat kembali.

"Ohh jadi seperti itu" ucap huanxiu sambil mengangguk paham

Jadi aku bertransmigrasi ke tubuh nona ini gitu, dan saat pelayan itu menceritakan ada ingatan ingatan yg masuk kedalam kepala cantikku..hmm ternyata gadis malang ini karena terjatuh dari kolam dan terbentur batu dia kehilangan banyak darah dan akhirnya meninggal lalu jiwaku memasuki tubuh nona ini..hmm oh dan pelakunya adalah anak selir pertama yaitu lee yuan Fei saudara tiri huanxi karena tidak suka dengan huanxi yg cantik dan disayang oleh nenek mereka yg bernama Xie Hua makanya saat huanxi sedang memberi makan ikan, yuan Fei dengan sengaja mendorongnya hingga jatuh ke kolam,ck busuk sekali..tidak hanya itu nona ini sejak kecil mempunyai fisik yg lemah pantas saja kau selalu dibully dan diremehkan nona lee huanxi ning. Pikir huanxiu panjang kali lebar kali tinggi

"Ah..aku sedikit ingat namamu Xian mao kan?" tanya huanxiu untuk sekedar memastikan agar pelayannya ini tidak curiga padanya.

"Benar tuan putri..apakah tuan putri ingin makan? Hamba akan pergi untuk mengambil jatah makan" ucap Xian mao menatap junjunganya yg terlihat berbeda dimatanya.

"Baiklah,dan bawakan aku daun Zilli dan buah Tan yg ada dikediaman ibunda" ucap huanxiu sambil menatap manik mata Xiao mao

"Eh..baik" beo xian mao sesaat lalu langsung tersadar dan bergegas keluar dari gubuk lusuh itu

Setelah dirasa xian mao sudah pergi dari gubuk Huanxiu mulai berbicara dengan dirinya sendiri

"Malang sekali nasipmu Lee Huanxi Ning, tapi tenang saja selama aku..Jendral tinggi Liu Huanxiu Yu ada ditubuhmu, maka aku akan membalas dendamu,tapi bukan hanya membalasnya dengan satu kali tapi ribuan kali agar orang yg menyakitimu bertekuk lutut dihadapanmu bukan hanya itu orang yg meremehkanmu akan kubuat takjub akan dirimu yg kugantikan maka dari itu huanxi tenanglah kau dialam sana dan nikmatilah tontonan dariku kau pantas bahagia bukan menderita lagi, terimakasih telah meminjamkan tubuhmu padaku" ucap huanxiu panjang lebar kepada dirinya sendiri sambil menunjukkan smirk dan diikuti tatapan juga aura membunuh yg sangat pekat


Setelah itu tak selang beberapa lama xian mao datang dengan nampan yg berisikan makanan dan minuman di tangannya menuju ke arah huanxiu,dan aura itupun hilang.


"Ah..tuan putri maafkan hamba karena lama, silakan dimakan tuan putri" ucap Xian mao seraya memberikan nampan yh berisi makanan kepada huanxiu


"Terima kasih xian mao kau selalu ada disaat aku membutuhkanmu" ucap huanxiu tulus dan segera menampakkan sedikit senyumnya  garis bawahin hanya Sedikit


"Eh..itu memang sudah tugas hamba untuk melayani dan menemani anda tuan putri" elak xian mao sambil menggelengkan kepalanya cepat kearah huanxiu


"Baiklah" ucap huanxiu sambil mengangguk paham sementara xian mao hanya bisa tersenyum cerah


Tenang saja xian mao aku tidak akan membuatmu menderita lagi,karena aku yg akan menggantikan huanxi menjagamu Batin huanxiu yg tengah menatap xian mao lekat

"Em..apakah kau belum makan Xian mao?" tanya huanxiu dan dibalas gelengan serta senyum dari pelayannya itu

Huanxiu hanya menghela nafas kasar lalu menepuk tempat tidur disebelah kirinya,mengisyaratkan agar pelayan muda itu duduk di dekatnnya. Xian mao sempat menolak karena alasan Tuan dan Pelayan tapi langsung dibantah oleh huanxiu. Inilah yg tidak disukainya bukankah mereka juga sama sama manusia lantas kenapa harus membedakan derajat? Huanxiu sangat tidak menyukai orang yg suka memerintah orang lain hanya karena kekuasaan orang itu yg tinggi. Dasar orang jahiliyah pikir huanxiu

Huanxiu POV

Setelah selesai makan siang Xian mao segera membereskan nampan dan mangkuk bekas makanan kami berdua sebenarnya itu tidak pantas dikatakan makanan,karena hanya ada beberapa sayur yg tidak segar dan nasi yg hampir basi oh dan jangan lupakan air minum yg keruh.
Setelah makan aku hanya menatap bangunan ini sekali lagi bahkan untuk disebut bangunanpun tidak pantas.

Huffh aku menghela nafas kasar saat aku ingin keluar dari gubuk tua ini Xian mao segera menghentikanku

"Kenapa Xian mao?" tanyaku menatap Xian mao bingung dan sedikit mengerutkan dahi

"Tuan putri anda harus hati hati..anda belum cukup pulih jadi jangan keluar dahulu suhu udara diluar sangatlah dingin putri,hamba tidak mau putri semakin sakit" jawab Xian mao tulus sambil menunjukkan tatapan sendih tapi dibalas senyum tipis dariku

Pasalnya selama hidupku,aku tidak banyak mendapat perhatian dari orang lain,aku sadar bahwa perhatian ini tidak ditunjukkan padaku melainkan pada huanxi tapi bagaimana lagi huanxi juga sudah meninggal.jadi aku bisa merumuskan bahwa itu perhatianku kan sekarang.

"Terimakasih sudah mencemaskanku Xian mao..Baiklah aku tidak akan keluar mengingat diluar dingin..oh ya dimana tanaman yg aku minta tadi?" tanyaku yg tengah memutar tubuhku dan berbalik menuju kasur yg bahkan sekeras batu.

"Ooh..ini tuan putri saya tidak bisa membawa banyak agar tidak menimbulkan curiga pelayan taman palivium Bulan milik mendiang permaisuri" Xian mao memberikan sekantung tanaman yg kuminta lalu aku mengambilnya dengan senyuman.

"Tapi tuan putri..apa yg akan anda lakukan dengan tanaman itu? Bukannya itu hanya tanaman biasa sebagai penghias taman?" tanya Xian mao yg sudah tidak sabar mengetahui apa yg akan dilakukan junjunganya

"Emm..mungkin menghilangkan kesialan" ucapku asal lalu terkikik dan melirik wajah kesal Xian mao

End Huanxiu POV

Huanxiu menghiraukan pertanyaan dari pelayanya dan meraih tanaman herbal tadi lalu meminta batu yg pipih pada Xian mao,dan tanpa bantahan Xian mao mencarikannya dan beberapa saat kemudian pelayan muda itu membawa batu pipih seperti yg diinginkan oleh huanxiu.

Xian mao menyerahkan batu tersebut pada Huanxiu sambil menatap bingung pada junjunganya,karena tidak biasanya sang junjungan meramu obat. Bukankah tuannya ini tidak tau cara meramu obat lalu darimana ide meramu obat ini? Pikir Xian mao yg tengah melamun

Tak lama kemudian huanxiu sudah selesai menumbuk herbal tersebut dan membuyarkan lamunan Xian mao yg tengah melamun menatap huanxiu

"Xian mao tolong oleskan herbal ini di luka bekas cambukku dipunggung karena aku tidak bisa menjangkaunya" ucap huanxiu dan dibalas anggukan oleh Xian mao

"Em..Tuan putri bolehkah hamba bertanya?" ucapnya sedikit ragu dan semakin memelankan suaranya diakhir kalimat.tetapi itu masih mampu didengar oleh Huanxiu

"Hm? Ada apa? Katakan saja dan tidak usah terlalu formal" ucap huanxiu sambil melirik lewat bahu Xian mao yg akan mengobati lukanya tapi terlihat di wajah Xian mao bahwa dia sedang gelisah dan sedikit ragu.

"A-aa.. Anu Tuan Putri bagaimana anda tahu bahwa Herbal ini bisa mempercepat menyembuhkan luka? Bukannya anda tidak pandai meramu..hamba hanya takut jika herbalnnya salah" Xian mao sedikit memelankan suaranya agar tidak menyinggung sang junjungan

"Oh..soal itu, ya sebenarnya saat aku tertidur aku bermimpi diajarkan oleh master hebat dan katanya dengan herbal ini akan membantu memulihkan luka ini dengan cepat" bohong huanxiu pada Xian mao dan diangguki oleh Xian mao pasalnya dia sangat percaya pada junjungannya yg sudah berubah tidak seperti sebelumya, mungkin dia harus berterima kasih pada dewa telah membuat tuan putrinya menjadi lebih kuat

Setelah selesai mengoleskan obat herbal tersebut,huanxiu mengambil salep dari buah yg sudah ditumbukkan menjadi halus dan mengoleskannya di wajahnya,tangan, dan tubuh yg terkena luka gatal maupun jerawat.





Keesokan harinya di pagi yg cerah disertai kicauan burung yg merdu huanxiu masih terlelap di kasur nya dengan nyenyak karena semalam dia membaca buku buku kultivasi dan buku beladiri yg dimiliki huanxi semasa hidupnya..bahkan huanxiu telah mengeluarkan racun racun yg berada dalam dirinya selama ini. Racun yg sudah lama menetap ditubuh huanxi memang susah dikeluarkan tapi karena usaha keras huanxiu racun tersebut keluar dari tubuhnya dengan munculnya Darah hitam pekat dari luka dan tubuhnya yg sudah dibuka dengan kekuatannya

"Tuan putri bangun..ini sudah pagi" ucap Xian mao membangunkan huanxiu

"Engh..pergilah Xiao yu..kakak masih mengantuk" parau huanxiu yg masih terlelap dan dibalas tatapan bingung oleh Xian mao

Xiao yu? Siapa dia apakah tuan putri mempunyai teman? Tapi setahuku tidak ada. apakah putri bermimpi sampai meracau seperti itu Batin Xian mao yg termenung sebentar lalu kembali sadar

"Tuan putri..ayo bangun lihatlah ayam jantan sudah berkokok sedari tadi" Xian mao sedikit menggoyangkan tubuh sang junjungan agar lukanya tidak terbuka kembali..

"Ada apa sih" huanxiu membuka matanya dan sesekali mengerjap untuk menyesuaikan cahaya untuk matanya

Eh ternyata masih disini..nasip nasip batin huanxiu

"Tuan putri ini sudah pagi..apakah tuan putri tidak mau pergi kepasar?" ucap Xian mao yg menatap junjungannya heran,pasalnya tuannya akan bangun lebih awal darinya.

Apa mungkin putri kelelahan karena membuka segel dan membuang racun dalam tubuhnya semalam? Batin Xian mao lalu dengan cepat mengangguk angguk

Sementara huanxiu yg sudah selesai mengumpulkan nyawanya melihat tingkah aneh pelayannya, kenapa pelayannya mengangguk sendiri bahkan tidak ada orang yg berbicara padanya

"Ada apa Xian mao kenapa kau mengangguk sendiri?" tanya Huanxiu lalu dibalas gelengan kecil dari Xian mao

Oh ya Xian mao nama aslinya adalah, Lin Xian mao umurnya 16 tahun. lebih tua 2 tahun dari huanxi, dulu dia dibeli dari pasar budak oleh permaisuri yearning atau ibu kandung putri huanxi, karena kasihan melihat bocah kecil yg menangis dipojokkan sambil memegang kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantara lututnya, lalu permaisuri segera membelinya. saat itu umur Xian mao adalah 10 tahun yg artinya sampai saat ini sudah melayani dan menemani selama 6 tahun permaisuri dan Huanxi, sejak saat dia dibeli dan diberi kasih sayang oleh permaisuri yearning, Xian mao berjanji akan terus mengabdi pada permaisuri yearning dan anaknya yaitu huanxi.

"Ah ya tuan putri..apakah anda ingin mandi atau makan terlebih dahulu? Setelah itu barulah kita akan pergi ke pasar" ucap Xian mao sambil tersenyum kearah huanxiu

"Mandi saja...Tubuhku sudah lengket karena mengeluarkan racun dari tubuhku semalam..baru setelah mandi aku akan makan" huanxiu menjelaskan sambil tersenyum dan beranjak dari kasurnya,setelah beberapa menit air mandi pun sudah siap

Sementara Huanxiu mandi Xian mao mengambil jatah makan untuk tuanya ke dapur kediaman lee

"Huff..leganya setelah berendam, walau airnya tidak terlalu hangat dan dingin ini masih mending dari pada air dingin..aku kan tidak terbiasa mandi air dingin saat pagi" ucap huanxiu sambil merentangkan tangannya di pinggiran bak kayu yg lumayan besar itu.

Karena tidak ada parfum Huanxiu memutuskan untuk membeli beberapa kelopak bunga untuk mandinya nanti, sekarang hanya ada bau herbal yg ditaburkan di air. Tak lupa huanxiu juga membasahi rambut coklat panjangnya dengan aroma herbal yg menenangkan




Selesai mandi Huanxiu memakai hanfu berwarna biru pudar dan rambutnya hanya dihias dengan hiasan pita,itupun dikucir kuda seperti seorang laki laki, sementara yg membantunya menyisir rambut adalah Xian mao

"Xian mao..apakah tidak ada kaca?" huanxiu sudah mencari sejak tadi dan bertanya dimana letak kaca digubuk ini.

"A-ah..itu tuan putri disini tidak diberikan kaca oleh kediaman utama" jawab Xian mao yg sedikit gugup

"Oh..baiklah karena tidak diberikan aku akan membuatnya sendiri" ucap huanxiu bertekat

Setelah selesai bersiap huanxiu dan Xian mao pun mulai memakan makanannya, awalnya yg akan mendapat jatah hanya huanxiu tapi karena huanxiu memberi perintah untuk makan bersama. Mau tak mau harus mau dilakukan oleh pelayan itu





Merekapun akhirnya sampai dipasar,saat ini Huanxiu sedang memakai cadar hitam yg menutup setengah mukanya karena diwajahnya masih terdapat bintik merah akibat jerawat yg mulai hilang. Itu semua berkat herbal yg dibuat huanxiu waktu itu

Huanxiu saat ini sudah seperti seorang laki laki yg menggandeng tangan Xian mao,banyak bisikan dan jeritan dari wanita yg terpesona melihat wajah huanxiu meski tertutup oleh cadar hitam

"Stt..Xian mao mau kemana lagi kita? Aku sudah jengah dengan para wanita yg ingin mendekati ku" bisik huanxiu. jujur saja huanxiu saat ini sangat lelah dengan pujian bahkan ada yg mencoba trik jatuh dihadapanya tapi huanxiu tidak peduli akhirnya Xian maolah yg menyelamatkan wanita yg akan jatuh itu

"Hahaha..tidak lama lagi tuan put..eh maksud saya tuan muda" Xian mao sangat suka melihat wajah huanxiu yg kesal dengan candaannya entah kenapa dia sudah merasa bahwa huanxiu adalah adiknya.

Huanxiu memang menyuruh Xian mao memanggilnya Tuan muda, tapi bukan berarti dia ingin menjadi seorang pria tapi dia hanya tidak ingin menunjukkan identitasnya sebagai Putri dari Jendral Lee yg selalu diremehkan para rakyat

Setelah sampai ditoko obat,huanxiu dengan cepat menukarkan tanaman herbal yg diambilnya dari taman palivium bulan milik ibundanya

"Apa yg anda butuhkan tuan" tanya seorang pria berjenggot tebal dengan ramah

"Aku ingin menukar herbal ini" huanxiu menyerahkan keranjang yg berisi tanaman herbal

"Apa saja itu tuan kalau saya boleh tahu?" tanya pria tua itu dengan penasaran

"Ini rumput surga,Bunga api cahaya, akar bunga anggrek hitam dan Daun naga putih" ucap huanxiu dengan santai

"Wah! Bukankah itu tanaman langka..Baik saya akan membelinya dengan 700 koin emas apakah cukup tuan muda?" kaget pria tua itu sambil menunjukkan mata berbinarnya

Note : [100 emas : 1000perak
    100 perak : 1000perunggu]

Lalu huanxiu menatap ke arah Xian mao,untuk bertanya pendapat dan segera Xian mao mengangguk

"Baiklah paman setuju ini" huanxiu menyerahkan keranjang yg berisi tanaman tadi.

"Ini uangnya tuan,jika anda mau anda bisa menukarkan tanaman lagi kesini tuan" ucap pria tua itu sambil memberikan sekantung emas untuk huanxiu

"Baiklah terima kasih kembali" ucap huanxiu dan langsung berbalik pergi dengan Xian mao






Setelah dari pasar huanxiu memanfaatkan uang tadi dengan membeli gelang ruang yg bisa menampung banyak barang harganya pun mahal huanxiu harus mengeluarkan uang sebesar 250 koin emas untuk membeli gelang tingkat tinggi itu, setelah itu dia membeli kasur baru,pakaian makanan, dan barang barang lain juga mengundang seorang tukang untuk memperbaiki gubuk tua itu, karena kediaman Jendral dan Selir pertama,kedua jauh huanxiu bisa leluasa berbuat apapun

Setelah semuanya huanxiu hanya memiliki tabungan uang sebesar 50 koin emas. Tapi itu tak membuatnya sedih ia malah senang karena semuanya bisa mengubah kediaman beserta hidupnya dan pelayan mudanya





Hari hari telah berlalu kehidupan huanxiu makin bahagia,tapi rasanya ada yg kurang tapi apa? Entahlah

Pagi ini huanxiu kembali dibangunkan seperti biasanya oleh Xian mao

Setelah mandi huanxiu memakai hanfu berwarna merah diselingi dengan warna putih, ya hanfu seorang laki laki entah kenapa huanxiu lebih nyaman memakai celana dari pada rok yg membuat susah bergerak, rambutnya dikucir kuda seperti laki laki dan di kepalanya dihiasi sedikit perhiasan yg membuat ketampanannya keluar

Walau sekarang kulit wajahnya dan luka luka lain sudah sembuh dia masih memakai cadar hitamnya

Saat ini huanxiu sedang menyesap tehnya lalu terlihatlah Xian mao berlarian dengan tergesa gesa yg membuat Huanxiu mengernyitkan dahinya

"Hosh...hosh..tuan putri.." 

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD