13, Menyatu lagi...

1507 Words

Kiara diam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya ia menarik nafasnya berkali-kali setelah mendengar celotehan wanita yang memang terkenal dengan mulut pedasnya. Kiara benar-benar menyesal telah tinggal di sana selama ini. Tapi, ia tidak punya pilihan lain, karena hanya ditempat itulah biaya menyewa lebih murah. "Terserah saja mau bilang apa, dan ini uangnya, kalau tidak mau ya tidak apa-apa." ujar Kiara sembari mengeluarkan uang dari dalam tasnya. Dan setelah beberapa saat kemudian wanita dihadapannya tampak tercekat. Terpaku, dan mematung karena uang. Kiara tanpa basa-basi pergi dari sana, dan segera menuju ke rumahnya. Untuk beberapa saat, Kiara harus berjalan dan menahan rasa yang begitu sakit didalam hatinya. Saat ia terus berjalan menuju ke kos yang sebelumya ia tempati. Tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD