“Ayah menitipkan ini,” ucap Yasa saat menyodorkan paperbag yang dibawanya kepada Nara. Posisi keduanya bersekat meja karena saat itu Nara duduk di sofa dan wanita itu justru menatapnya dengan raut wajah kebingungan. “lah malah bingung? Ayah bilang barang ini punya kamu.” lanjut Yasa tak sabaran bahkan tangannya sampai bergerak maju ke depan dan Nara pun mengambilnya. Nara melihat isi paperbag itu kilas kemudian mengernyitkan sebelah alisnya. ‘Baju-baju siapa ini?’ pikirnya dan semua pergerakan kecilnya justru tak luput dari pandangan Yasa yang saat itu sudah duduk jemawa di ranjang. Nara menelan saliva kasar. Sudah pasti tuan Bisma yang membelikan baju-baju ini untuknya dan dilihat dari raut wajah Yasa sekarang, sudah pasti Yasa salah paham. Pria itu pasti berpikir, bahwa dirinya yang me

