Tuan Bisma dan Nara memasuki rumah. Urusan mereka hari ini akhirnya selesai dan tuan Bisma cukup lega karena Nara tidak lagi segan terutama saat memilih jurusan. Agak mengejutkan sebenarnya karena Nara yang sudah menunda kuliah selama 5 tahunan, masih menguasai beberapa bidang terutama akuntansi yang bisa dibilang cukup rumit. “Sekali lagi terima kasih banyak, Tuan,” ucap Nara seraya tersenyum tipis. Rasanya masih serupa mimpi padahal di tangannya ada almamater universitas yang mulai hari ini akan menjadi seragam kebanggaannya. “Kamu sudah mengatakannya belasan kali, Nara. Tidakkah kamu bosan?” tuan Bisma sempat menghentikan langkah. Ada perasaan bangga yang sulit dikata karena dia bisa mewujudkan cita-cita Nara yang terhalang nasib dan keadaan. Andai Nara tidak berada di posisi ini dan

