37

1083 Words

Benny terperanjat kaget saat lelaki itu masuk tiba-tiba dan berteriak keras. Benny mencoba menenangkan hati dan degub jantungnya yang tiba-tiba berdetak dengan kencang. Pandangannya beralih ke arah anak muda yang berteriak itu setelah tadi Benny fokus ke arah belakang kursinya untuk melihat ikatan simpul mati di tangannya. "Oh ... Ini wajahku terasa gatal. Ingin rasanya aku menggaruknya, makanya aku menoleh ke belakang untuk menggesekkan wajahku pada sandaran kursi kayu ini," jawab Benny dengan masuk akal menjelasakan. "Oh begitu. Apa perlu aku bantu?" tanya lelaki itu yang berusaha membantu Benny. Benny berusaha tenang agar tidak terlihat sedang berbohong. "Aku ingin makan. Aku lapar dan sangat haus. Kalau aku mati, kamu sendiri yang akan repot," ucap Benny menitah. "Mau amkan apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD