BAB 21

1432 Words

Musim hujan seperti membawa petanda dari langit padaalam yang disayanginya. Bahwa, curah hujan adalah tanda cinta, bahwa mendung adalah tanda kasih sayang. Setidaknya, angin menyetujui dengan berembus lembut melenakan raga yang lelah karena bekerja. Itulah yang dirasakan Mandala. la duduk di halaman belakang rumah, memetik gitar, dan membiarkan angin menerbangkan pohon yang menaunginya. Suasana sunyi, sepi, di rumah tidak ada orang selain dia dan Sumi. Menganggur setiap hari, tidak lantas membuat Mandala sepenuhnya gembira. Ia merasa jenuh tentu saja. Ia rindu berakting, rindu melenggok di atas catwalk, dan juga gemerlap lampu sorot. ia masih ingat, saat berada di puncak ketenaran, semua media mengelukannya. Saat itu, mudah sekali mendapatkan pekerjaan, dan juga wanita. Meski diakui satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD