BAB 20

1444 Words

Sekar meminta libur, yang harus disyukuri karena diijinkan oleh Sundari. Wanita itu bahkan menginyakan saat ia mengatakan ingin menginap. Setelah berpamitan pada Sumi dan Tarno, ia melangkah tergesa menuju rumah. Sepanjang jalan, pikirannya tidak tenang. Janji dengan Mandala yang telah dibuat, menjadikan pikiranya tidak bisa fokus. Orang-orang memperhatikan saat ia lewat. Dimulai dari para ibu-ibu yang berkerumuh di dekat tukang sayur bersepeda, lalu para anak muda yang sedang berangkat sekolah. Ia tidak heran dengan pandangan mereka. Sudah biasa baginya dibicarakan di belakang punggung. Si Mbok-nya kaget saat melihat kemunculannya. Wanita setengah baya itu senang sewaktu Sekar mengatakan akan menginap. “Sepertinya, sudah berbulan-bulan kamu ndak nginap, yo, Nduk. Kok tumben hari ini di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD