BAB 11

1446 Words

Seandainya memang semudah itu, batin Sekar getir. Betapa ia ingin bebas, meninggalkan rumah ini beserta segala belenggu yang menjerat. Namun, kenyataan menamparnya keras. Utang yang menumpuk masih jadi beban, menahan langkahnya untuk pergi sejauh mungkin. Ia menarik napas panjang, menahan rasa perih yang menyelimuti d**a. Yang bisa ia lakukan hanyalah bertahan, bekerja sekuat tenaga, dan menunggu waktu yang entah kapan datangnya. Suatu saat, ia percaya, pintu kebebasan akan terbuka. Hingga saat itu tiba, ia hanya bisa menyimpan luka dalam diam, menunggu dengan sabar yang kian menggerogoti hati. “Kamu ndah usah ngasih saran aku ini dan itu. Coba kamu urus dirimu sendiri. Tiap hari kamu aja kerjanya cuma makan dan tidur, malah memberi saran orang. Ndak salah apa?” Percakapan mereka seketi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD