Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Zidan dan Aira. Mereka akan berangkat ke Turki dengan pesawat malam. Aira sibuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawa ke Turki. "Halo Umi ... " sapa Aira denagn senyum hangat saat sambungan telepon itu sudah menyambung dengan Umi Hany. "Ya Aira sayang ..." jawab Umi Hany dnegan senyum ramah kepada putrinya. "Umi ... Nanti malam, Aira berangkat ke Turki," jelas Aira cepat sambil menoleh ke arah kiri. Ia merasa dari tadi ada yang memperhatikannya. Aira menatap jendela kamar yang terbuka lebar. Kenapa ia merasa tidak tennag sejak semalam. Apa karena ia gugup karena harus memberikan keperawanannya pada Zidan. Atau ada hal lain yang mengganjal. "Wahh ... Serius, Aira? Umi ikut senang dengernya. Nanti Umi bakal cerita ke Abi. Ada acara apa?"

