17

718 Words

Aira masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Apa benar yang ia lihat sekarang benar atau hanya ilusi semata. Tepat di depan Aira ada sosok laki -laki yang sama sekali tidak asing. Lelaki yang seharusnya menikahi Aira satu bulan yang lalu. Lelaki yang seharusnya menjadi suami Aira. Lelaki yang seharusnya mengucap akad nikah. "M -Mas Ra- Mas Raka?" ucap Aira dengan suara terbata. Kedua mata Aira masih menatap lekat sosok lelaki di depannya. "Aira ... Ini aku, Raka ..." ucap Raka dengan suara lembut yang benar -benar membuat Aira bingung dan sedikit ketakutan. "Ini beneran kamu, Mas?" tanya Aira masih tidak percaya. "Iya. Ini aku ..." jelas Raka. "Ka -Kamu bukannya su -sudah ..." Aira menghentikan ucapannya. Rasanya tidak mungkin ia lanjutkan kalimat itu. Tubhnya malah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD