18

769 Words

Aira membalas pelukan Zidan. Dan ini balasan pelukan Aira selama mereka menikah. Entah kenapa, Zidan selalu datang tepat waktu dan selalu menenangkan Aira. Dad4 Zidan selalu ada dan menjadi tempat ternnyaman untuk Aira. Zidan mengecup pucuk kepala Aira, "Kalau ada sesuatu, coba cerita. Jangan dipendam." Kata -kata Zidan malah membuat Aira semakin erat memeluk Zidan dan menelusupkan kepalanya lebih dalam lagi ke dad4 Zidan. Hal yang baru saja terjadi pada Aira ini sungguh diluar prediksi Aira. Ia benar -benar kaget seklai melihat sosok Raka yang ternayta masih hidup dan dalam keadaan sehat wal'afiat. "Kamu gak mau cerita? Oke kita masuk ke dalam dan sepertinya kamu harus segera istirahat," titah Zidan pada Aira. Aira mengangguk pelan di dad4 Zidan. Zidan merasakan anggukan kepala Aira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD