> BAB 15 <

1015 Words

Setelah puas berjalan-jalan seharian, Pramuja mengajakku pulang ke rumah. Kami naik Bus dan berjalan kaki setelah dekat dengan rumah. Pramuja sering menatapku dengan berkata, "Apa kau lelah sayang? naik ke kepalaku saja kayak tadi, aku tidak mau kau sakit hanya karna jalan kaki Nyonya manis," ucapnya dengan tatapan khawatir. "Aku tidak selemah itu Tuan," jawabku sambil balas menatap matanya lembut. "Kau tidak biasa jalan kaki Zahra, kau tadi naik mobil bersama Putra, dan sekarang..." "Aku jalan kaki dengan orang yang sangat aku cintai," sahutku membuatnya tersenyum. "Aku serius Zahra, aku akan merubah diriku menjadi ular dan kau bisa duduk di atas kepalaku sayang," paksanya cemas melihat kondisiku yang memang sangat kelelahan. "Jangan kak Pram, banyak warga, nanti kau di hajar tampan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD