Lamaran Mendadak

890 Words

Esok harinya kedua orang tua Axelle sudah bersiap-siap menuju rumah Ibu Syifa. Karena yang mereka lakukan adalah sebuah kejutan maka keduanya tidak memberitahukan siapa pun termasuk putra mereka sendiri. "Ibu mau ke salon? Tumben, ada acara?" Ibu Axelle yang bernama Abigail itu lantas membenarkan. "Arisan?" duga Axelle namun hanya dibalas dengan senyuman kali ini. Merasa kurang puas, dia lalu beralih pada Ayahnya. "Apa Ayah mau pergi juga?" tanya Axelle. "Iya, Ibumu bilang harus temani dia ke salon," jawab Ayah lugas. Axelle mengkerutkan dahi, tidak biasanya Ayah mau menemani Ibu ke salon. "Acara apa sih? Acara rekan kerja Ayah?" "Nanti deh, kamu juga harus datang Ibu akan bilang lokasinya kira-kira setelah ke salon Ayah dan Ibu langsung ke sana sekalian bahwa Syifa serta Rey," pinta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD