Lamaran Mendadak (2)

834 Words

Syifa menghentikan langkah dan memandang Ibunya yang mengikuti dari belakang. "Di mana Tiara Ibu? Apa dia ada di tempat kerjanya?" tanya wanita itu tersirat nada khawatir di dalam nada. "Dia ada di halaman belakang, dari tadi Tiara sudah pergi tapi kembali lagi saat Ayah dan Ibu Axelle datang. Tiara sedih ketika tahu kalau lamaran itu untukmu," kata Ibu memberitahu. Dengan langkah tergesa-gesa Syifa menuju halaman belakang dan di sana ia menemukan saudara kembarnya menangis. Tiara langsung mengesat kasar air mata di pipi mencoba untuk tersenyum meski kecut. "Kapan kau datang?" "Baru dari tadi, kau baik-baik saja?" Syifa bertanya. "Apa maksudmu? Aku baik-baik saja," bohong Tiara. "Jangan seperti itu! Aku tahu kau sedang kecewa sebab lamarannya datang untukku bukan untuk kamu." Tiara m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD