SL-55

1218 Words

Seharusnya sita pergi ke Malang bersama, Arsya. Lelaki itu malah membatalkan, tidak memberitahu secara langsung padanya, Sita pun tahu dari Rere--sebagai sekertaris GM, Arsya cancel tiket dengan alasan yang tidak jelas. Sejak lima menit yang lalu ia sedang tersambung dengan santi. "Yakin tidak kecewa?" Suara santi berubah menjadi jahil dan semakin menyebalkan! Sita mendengus sebal. "Buat apa! Kita udah tidak sama-sama lagi. Ada dia atau tidak, tidak masalah." tukasnya. "Mulut bisa bohong, tapi hati! Mana gue tahu apa yang lo rasa, apa yang ada di isi kepala lo sekarang!" Sita terdiam, santi benar seberapa besar menyembunyikan perasaan kecewanya. Bukan orang lain yang rugi, buat apa dia menutupi pada santi. Yang sebenarnya dia lakukan ini menutupi dari hati, dari dirinya sendiri. Sit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD