SL-56

1042 Words

Arsya? sita membuang wajahnya. "Mau apa ar?!" Berusaha mengendalikan air mata, sita menggigit bibir bawahnya, lalu kembali menghadap pintu tidak mau menunjukkan wajah yang sembab dan berantakkan "bisa kita bicara." Kata Arsya. "Soal apa lagi?" Sita masih setia membelakangi, membuka pintu hotel, tidak membukanya lebar. Dia tak punya niatan mengundang tamu untuk mengobrol di dalam kamar hotelnya hari ini. Terlebih jika tamu itu arsya. Arsya tahu dia akan di tolak, dan mendapat respons seperti itu. Maka Arsya yang tidak sabar segera mengambil tindakan. "Kamu apa-apaan sih! Lepas nggak atau aku teriak!" Sita tersentak kembali saat Arsya merangkul pinggang, kemudian memaksanya masuk hingga pintu kamar hotelnya terbuka lebar. Sita kalah cepat, terlambat mencegah Arsya, laki-laki itu iku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD