Seperti biasa setiap hari Senin akan menjadi hari paling sibuk bagi siapa pun tak terkecuali ibu satu anak ini, bangun pagi menyiapkan sarapan dan perlengkapan azmi sekolah serta dirinya. Sita sudah keluar dari apartemen menuju kantor setelah mendrop azmi dan Nunik di sekolah, namun sita masih terjebak dalam kemacetan Bandung. Oh tidak! macet bukan punya Jakarta seorang, tentu saja! Sita tidak berhenti mengeram karena kemacetan ini, ia harus sampai ke kantor sebelum pukul sembilan pagi karena hari ini ada rapat mendadak, jam di tangan sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima menit. Sita coba menenangkan kepanikan yang mulai mendobrak "tenang... tenang... tenang!" bergumam, jarinya tak berhenti mengetuk setir mobil, seakan bisa mendorong maju mobil-mobil di hadapannya. Sita tak lagi