Datang ke rumah bosnya, tentu sudah tak terhitung berapa kali, karena Anna sering mengantar pulang Biru saat mabuk. Namun, tidak pernah segugup sekarang. Entah kenapa nasibnya selalu apes. Coba semalam Biru nurut diusir pulang, pasti mereka tidak kepergok boss besar di restoran. Mana malah disuruh ikut pulang lagi ke rumah, menemui nyonya besar yang sedang marah. Mobil sudah berhenti di halaman luas dua rumah yang berjajar bersebelahan itu. Satu rumah keluarga Biru, satunya lagi rumah omnya. Sedang yang terpisah pagar sebelahnya lagi, itu adalah rumah orang tua Juna. Jangan heran! Satu komplek perumahan elit di sini, kebanyakan ditempati keluarga dan besan orang tua Biru. “Turun!” Biru sudah mau keluar dari mobil, tapi urung karena Anna masih bengong di situ. “Takut. Nanti kalau Tante

