Biru meradang. Sejelas itu mobil barusan ingin menyerempet ke arahnya. Apalagi setelahnya si manusia sialan itu sengaja memancing emosinya sebelum kabur. Dia menelpon Rega. Minta untuk mendapatkan CCTV di basement mall. Harus diusut sampai ketemu siapa orang yang keranjingan, cari mati mengincar nyawanya. Biru tidak pernah merasa punya musuh. Meski kadang terlibat urusan dunia hitam yang papa dan kakaknya pijak, tapi sejauh ini dia tidak punya masalah dengan siapapun. Ok, beberapa kali dia memang terjebak sekandal. Tapi, tidak mungkin para wanita sialan yang pernah jadi mainannya sampai berani sekeranjingan ini. Saingan bisnis apalagi. Jauh lebih tidak mungkin. Lagi pula keluarganya tidak pernah menyenggol siapapun. Kecuali ada curut kurang ajar yang lebih dulu mencari perkara, maka baka

