95

1505 Words

Keheningan menyelimuti seluruh Grand Ballroom Hotel Majapahit Surabaya. Tak satu pun tamu berani mengeluarkan suara. Yang terdengar hanyalah lantunan napas, desir pendingin ruangan, dan suara penghulu yang sesekali membimbing jalannya prosesi. Tangan kanan Bramasta Aryadinata masih menggenggam erat tangan kanan Sadewa Arka Dirgantara. Dua lelaki itu saling menatap dengan penuh keyakinan. Di sisi kanan, kedua saksi telah memusatkan perhatian. Di sisi kiri, Dewangga menundukkan kepala sambil melafalkan istigfar pelan. Sementara itu... Beberapa meter dari meja akad, Lintang duduk anggun di kursi yang telah disediakan khusus untuk mempelai perempuan. Jari-jarinya saling menggenggam begitu erat di atas pangkuan. Bibirnya terus bergerak lirih. "Bismillah... Ya Allah... lancarkan...." Pandan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD