85

1436 Words

Lintang memicingkan matanya, berusaha memutar kembali memori masa kecilnya yang samar. Otaknya mendadak bekerja keras, menyisir ingatan lima belas tahun lalu saat ia masih menjadi bocah gembul berkuncir dua yang hobi berlarian di halaman rumah. Setahu Lintang, dulu ia tidak punya banyak teman dekat laki-laki. Hanya ada dua anak laki-laki yang selalu membuntuti—atau lebih tepatnya, dijuluki trio pembuat onar bersamanya. Satu adalah anak laki-laki keturunan blasteran berwajah judes yang kini menjadi tunangannya yang super posesif, dan satu lagi adalah... Lintang menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Mata bulatnya melebar sempurna saat sebuah nama dan wajah bocah laki-laki yang hobi menjahilinya dulu mendadak berputar di kepala. "Sebentar..." Lintang menunjuk pria di hadapannya dengan ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD