84

1503 Words

Mobil keluarga mereka bergerak mulus memasuki gerbang tol Dupak, langsung membelah jalanan bebas hambatan yang menghubungkan Surabaya dan langsung menuju Malang. Pemandangan di luar jendela perlahan berubah menjadi deretan pohon hijau dan bentangan sawah yang kabur tersapu kecepatan mobil. Rasa kantuk yang sempat hilang setelah mandi subuh tadi mendadak kembali merayap, menyerang pertahanan sepasang mata bulat Lintang. Embusan hawa dingin dari AC mobil ditambah dengan ayunan tak terasa dari kendaraan di jalan tol bener-bener membuat kelopak matanya terasa seberat beton. Lintang membetulkan posisi duduknya, menarik kupluk hoodie abu-abunya lebih turun hingga menutupi dahi, lalu ia melipat kedua tangannya di d**a. Ia memutuskan untuk menutup mata sejenak, berniat melanjutkan tidur tengah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD