Di rumah sebelah, Dewa sedang berdiri di depan cermin besar di kamarnya, merapikan kerah kemeja santai berwarna navy yang ia kenakan. Meskipun ia baru saja kembali dari kantor pusat di Surabaya. Entahlah beberapa hari ini dia kembali disibukkan oleh masalah kantor. Rasa lelahnya kalah oleh keinginan untuk memastikan kondisi tetangganya itu secara langsung. Ia tahu Reksa sedang berada di sana karena mobil sepupu Lintang itu terparkir di depan gerbang. Dewa tidak datang dengan tangan kosong. Ia telah menyiapkan dua bingkisan, satu kantong berisi mainan rakitan terbaru untuk Linggar—sebagai apresiasi karena bocah itu yang sudah mengakui kesalahannya kemarin—dan satu kotak cokelat artisan premium untuk Lintang, yang ia harap bisa sedikit meredakan nyeri pinggang gadis itu. Namun, begitu Dew

