"Assalamualaikum" "Waalaikumsalam," Kalinda melangkah masuk ke dalam rumah dengan hentakan kaki yang menunjukkan kegusaran hati. Ia meletakkan kantong belanjaan di atas meja dapur dengan sedikit kasar, tanpa menyahut sapaan Linggar yang sedang asyik menonton kartun. Wajahnya ditekuk masam, bibirnya mengerucut penuh emosi sisa perdebatan menjengkelkan di warung Mak Tun tadi. Bramasta yang baru saja selesai menyesap kopinya di ruang tengah, segera menyadari perubahan aura sang istri. Ia meletakkan cangkirnya dan berjalan mendekat ke arah dapur. Dengan gerakan yang sangat tenang dan penuh kasih, pria itu melingkarkan lengannya di pinggang ramping Kalinda, menarik tubuh istrinya agar bersandar pada d**a bidangnya. Cup. Bramasta mengecup pipi Kalinda yang terasa panas karena cuaca yang mul

