50

1894 Words

Setelah bungkusan martabak telur spesial yang masih hangat berpindah ke tangan, Dewa kembali melajukan Vespa kuning milik Lintang membelah jalanan Surabaya yang kini telah sepenuhnya dinaungi langit malam. Omelan Lintang sudah mereda, berganti dengan keheningan manis di mana gadis itu menyandarkan dagunya di bahu kokoh Dewa, menikmati sisa angin malam yang menerpa wajah mereka. Vespa kuning itu berbelok memasuki gapura kompleks perumahan mereka yang teduh. Namun, begitu motor matic itu melaju mendekati area rumah keluarga Aryadinata, pemandangan di depan mereka seketika memotong atmosfer romantis yang sejak tadi melingkupinya. Rumah besar milik Pak RT yang beberapa jam lalu tampak sepi dan mati, kini justru terlihat teramat ramai. Beberapa mobil tampak terparkir darurat di pinggir jalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD