49

1448 Words

Setelah mengantre beberapa menit, Lintang keluar dari barisan gerobak pukis dengan senyum kemenangan yang terkembang lebar. Namun, dasar lapar mata, perburuan kulinernya tidak berhenti di situ saja. Dalam waktu singkat, kedua tangan Lintang sudah penuh dengan berbagai macam bungkusan. Tangan kanannya memegang sekotak pukis lumer aneka topping dan sebungkus besar telur gulung pedas manis, sedangkan tangan kirinya sudah menentang plastik kresek berisi tahu tek kemasan kotak serta beberapa tusuk sempol ayam. Benar-benar definisi kalap jajan sore hari. Lintang sempat melirik canggung ke arah bungkusan di tangan kanan dan kirinya, lalu menatap Dewa dengan perasaan agak tidak enak. "Mas... ini kebanyakan ya? Aku telanjur beli banyak banget, habisnya kelihatan enak semua." Dewa yang berjalan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD