Dewa melajukan Vespa kuning itu dengan kecepatan santai, membiarkan angin sore yang sejuk menerpa wajah mereka. Jalanan kompleks perumahan yang asri bergulir perlahan di sisi kiri dan kanan. Lintang, yang tangannya masih melingkar pas di pinggang kokoh Dewa, sedikit memajukan kepalanya agar suaranya tidak tenggelam oleh deru angin sore. "Mau kemana, Mas?" tanya Lintang setengah berteriak. Dewa melirik dari kaca spion, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. "Mau kamu kemana, Dek?" "Lah, nggak ada tujuannya tah ini?" omel Lintang gemas, menepuk pelan pinggang Dewa. "Ada," sahut Dewa tenang, suara baritonnya terdengar begitu mantap di balik helm. "Terus?" Lintang menaikkan sebelah alisnya bingung. "Ya ini tujuannya, ajakin kamu muter-muter," balas Dewa teramat santai, yang l

