24

1571 Words

Pagi hari di kediaman Aryadinata disambut dengan aroma kopi yang baru diseduh dan udara Surabaya yang belum terlalu menyengat. Lintang menggeliat pelan di atas kasurnya. Ia mencoba memutar pinggangnya ke kiri dan ke kanan, dan sebuah senyum lega terukir di wajahnya. Rasa nyeri yang kemarin membuatnya mengerang kini sudah jauh berkurang, menyisakan sensasi pegal ringan yang masih sangat bisa ditoleransi. Dengan semangat baru, ia segera mandi dan mengenakan setelan olahraga—legging hitam dipadu dengan hoodie tipis berwarna lilac yang kontras dengan kulit cerahnya. Ia menguncir rambutnya tinggi-tinggi, menampilkan leher jenjangnya yang bersih. Saat turun ke lantai bawah, ia mendapati Kalinda sedang duduk di meja makan, sibuk menyiapkan sarapan roti dan buah untuk Linggar yang sedang asyik m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD