76

1249 Words

Sementara itu di lantai dua, begitu pintu kamar suite mewah milik Sadewa tertutup rapat, Lintang langsung berbalik badan. Kedua tangan mungilnya terangkat ke pinggang, menatap tunangannya dengan sepasang mata bulat yang melotot jenaka, lengkap dengan bibir yang mengerucut sebal. "Sampeyan iku lho, Mas! Bener-bener ya, ugal-ugalan tingkat dewa!" omel Lintang, logat medok Suroboyoan-nya keluar tanpa saringan, mengekspresikan rasa gemasnya yang sudah di ubun-ubun. "Bisa-bisanya nyium-nyium ndek depan Papa sama Mama begitu! Mana teriak-teriak balesin Papa lagi. Mau ditaruh mana mukaku ini, Mas? Malu tahu!" Sadewa yang sedang meletakkan tas laptop dan berkas draf naskah Lintang ke atas meja kerja hanya terkekeh rendah. Pria blasteran itu membalikkan tubuh, perlahan melangkah mendekati wanitan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD