Lintang bangkit dari tempat tidur dengan semangat yang mendadak membubung tinggi. Setelah membasuh wajahnya agar sisa-sisa sembab di matanya hilang, ia segera melangkah keluar kamar menuju ruang makan. Di sana, Ayah Bramasta dan Ibun Kalinda tampak sedang duduk santai menikmati teh hangat pasca-sarapan pagi. "Lho, Mbak Lintang wis bangun? Mukanya kok sudah cerah, ndak lecek kayak kemarin sore?" goda Ibun Kalinda sembari tersenyum jenaka, melirik putrinya yang kini berjalan dengan langkah ringan. Lintang tidak membalas godaan ibundanya dengan omelan. Sebaliknya, ia langsung mengambil posisi duduk di antara Ayah dan Ibun, lalu menaruh MacBook-nya yang masih menyala di atas meja makan, memutarnya agar layar tersebut menghadap langsung ke arah kedua orang tuanya. "Ayah, Ibun... lihat ini,"

