33

1453 Words

Keheningan di dalam kabin mobil SUV itu pecah oleh deru napas yang saling memburu. Sisa akal sehat Dewa yang sedari tadi dipertahankannya kini menguap tanpa bekas, runtuh bersamaan dengan pelukan Lintang di lehernya yang semakin erat menuntut. Sentuhan-sentuhan polos namun membakar dari Lintang benar-benar menjadi sumbu pendek yang meledakkan gairah sang bule. Dewa tak lagi menahannya. Mata abu-abunya yang menggelap pekat menatap bibir ranum Lintang yang sedikit terbuka, mendesah pasrah mencari kehangatan. Dengan satu gerakan dominan, Dewa merapatkan tubuh besarnya, mengurung Lintang di antara sandaran kursi penumpang dan d**a bidangnya yang kokoh. Dewa menangkup rahang Lintang dengan telapak tangannya yang besar, lalu sedetik kemudian, ia menunduk dan mempertemukan bibir mereka. Cup.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD