Dewa tidak membuang waktu lagi. Melihat tubuh Lintang yang semakin melemas dan rintihan kecilnya yang sarat akan rasa sakit, naluri protektifnya mengambil alih sepenuhnya. Dengan gerakan yang sigap namun penuh kehati-hatian, Dewa menyusupkan kedua lengan kekarnya di bawah tubuh Lintang—satu menopang punggungnya, dan satu lagi di bawah lipatan lututnya. Dalam satu gerakan mantap, Dewa mengangkat tubuh Lintang ke dalam dekapannya (bridal style). Kepala Lintang yang terasa berat secara otomatis terkulai di d**a bidang Dewa, menyembunyikan wajahnya yang memerah matang di ceruk leher pria itu, mencari setitik rasa dingin dari kulit Dewa yang bisa meredakan rasa panas di tubuhnya. Sebelum melangkah pergi membelah kerumunan yang mulai berbisik-bisik panik melihat Satya terkapar, Dewa menoleh ta

