57

1691 Words

"Lihat nanti bagaimana toh, Ndhuk? Wong tunangan sendiri kok ya didiamkan dari pagi sampai sore begini." Suara lembut namun sarat akan nada selidik dari Kalinda seketika memecah keheningan ruang tengah begitu Lintang dan Linggar melangkah masuk ke dalam rumah. Ibun rupanya sedang duduk santai di sofa sembari melipat beberapa potong pakaian bersih. Lintang yang baru saja meletakkan kunci mobil di atas bufet langsung menoleh, wajahnya pura-pura pening. "Lho, Ibun kok sudah tahu? Pasti ini gara-gara bocah gembul satu ini yang lapor ya?" tuduh Lintang sembari melirik tajam ke arah Linggar. Linggar yang merasa dituduh langsung berlari sembunyi di balik punggung Ibun, memegang daster Kalinda erat-erat. "Ndak ya! Linggar ndak lapor Ibun! Linggar cuma cerita kalau tadi makan es krim stroberinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD